PACARAN ?
Apa kalian tau arti kata tersebut ? Mungkin
semua orang pernah mendengar kata tersebut atau justru sedang mengalami hal itu(“PACARAN”), khususnya bagi seseorang
yang sedang merasakan.. ya bisa dibilang cinta.
Kebanyakan
muslim, khususnya remaja beranggapan bahwa pacaran adalah tanda kedewasaan atau
hal yang wajib dirasakan. Dengan alasan proses untuk mengenal lebih dekat
pasangannya masing-masing. Tapi sadarkah kalian proses tersebut akan berpengaruh negatif bagi diri kita sendiri
nantinya ?
Mungkin
diawal pacaran kita akan merasa berbunga-bunga, bahkan merasa dunia hanya milik
berdua, saling bergandengan tangan (seakan tidak ada yang melihat mereka),
melakukan rutinitas dewasa lainnya seperti apel malam Minggu, jalan, makan
dikafe atau restoran, dan beradegan dewasa lainnya. Tapi setelah itu akan ada
proses dimana masalah muncul, akan ada pertengkaran dimana ketika dua orang
yang berbeda sifat bersatu. Setelah itu putus ! Dan banyak orang yang ketika
putus mengalami hal yang biasa disebut GALAU dan mengalami status JOMBLO.
Dimana ketika galau kita melakukan hal bodoh dan hanya membuang-buang waktu
dengan percuma (medengarkan lagu galau yang justru membuat hati kita lebih
galau lagi, mengingat kenangan indah dimasa lalu,meratapi diri sendiri karena
status barunya “JOMBLO”, sibuk memikirkan bagaimana bisa punya PACAR lagi,
dsb).
Pernahkah
kalian berfikir kalau itu hanya buang-buang waktu ? Dan bukan merupakan
tindakan yang bermanfaat ? Justru hanya merusak fikiran,khususnya bagi para
pelajar karena dapat mengganggu kewajibannya untuk belajar.
Dan
pernahkah kalian bertanya diperbolehkankah dalam ISLAM ? Apa hukumnya jika kita
melakukan hal tersebut ?
- PACARAN HUKUMNYA HARAM !
Tidak bisa dipungkiri dalam
berpacaran seseorang merasa memiliki hak untuk saling bersentuhan, seperti
berpegangan tangan, saling merangkul atau justru melakukan hal lebih dari itu,
apalagi sekarang hal itu seperti sah-sah untuk dilakukan.
Dalam pandangan Islam hal itu
adalah bagian dari aktivitas zina, karena haram hukumnya jika seseorang
bersentuhan dengan yang bukan mahramnya. Karena pada kasus ini banyak pihak
wanita yang akhirnya dirugikan.
Islam juga mengharamkan aktivitas
interaksi antara lelaki dan wanita yang
tidak berkepentingan syar’i, seperti jalan-jalan bersama, pergi bareng
ke masjid atau kajian Islam, bertamasya, nonton bioskop, dan sebagainya. Banyak
pengingat dari Rasulullah Saw, dalam perkara berdua-duaan (khalwat) yang
menjadi inti pacaran dan semua hubungan yang sekarang merusak remaja dan pemuda
islam.
Tentang Khalwat ini Rasulullah
menegaskan :
“Janganlah
salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita, karena sesunguhnya
setan menjadi yang ketiga di antara mereka berdua.”
(HR
Ahmad, Ibn Hibban, Al-Thabrani, dan Alh-Baihaqi)
“Barang
siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah ia berkhalwat dengan
seorang wanita tanpa ada mahram wanita tersebut karena setan menjadi ketiga
diantara mereka berdua.”
(HR
Ahmad)
Tetapi bagaimana jika ada yang
berpendapat “pacarannya ga ngapa-ngapain ko atau pacarannya kan ditemani teman”.
Zina bukan hanya bersentuhan dengan
yang bukan hahramnya. Tetapi ada zina mata, zina lisan, ataupun zina fikiran.
Dan setiap amal perbuatan dan lisan manusia akan Allah hisab, tiada satupun
yang luput dari pengawasan-Nya. Mengatakan atau berbuat yang tidak hak atau
halal adalah suatu kesalahan.
2. Cinta
itu FITRAH.
Kita manusia biasa yang memiliki cinta.
Tiada yang salah karena adalah Anugerah.
Cinta adalah pemberian
Allah dan karunianya. Allah menanamkan rasa cinta pada jiwa kita sebagai bentuk
dari rasa cinta-Nya agar kita berpikir tentang-Nya.
Allah yang menjadikan
rasa cinta antara jenis yang berlawanan, sama seperti Allah jadikan rasa cinta
manusia terhadap apapun yang diinginkan di dunia *
Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan beramal saleh kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam
(hati) mereka rasa kasih sayang.
(QS Maryam [19]:96)
Islam adalah agama yang mengajarkan
cinta dan kasih.
Jika cinta merupakan
karunia Allah, maka tidak benar jika kita berpikiran sempit dengan mengartikan
cinta adalah pacaran yang terbatas pada rayuan palsu atau gandengan tangan, karena
sesungguhnya Allah tidak akan mengaruniakan sesuatu yang buruk.
Jadi bagi para remaja
muslim, seharusnya kita dapat menempatkan dengan benar cinta yang Allah
berikan. Ingatlah, bahwa cinta itu bukan hanya untuk si dia. Masih banyak orang
disekeliling kita yang membutuhkan cinta itu, seperti orang tua, kakak-adik,
saudara, teman, keluarga, terutama cinta kita terhadap Allah dan Rasu-Nya.
Masih banyak prestasi yang bisa kita ukir, hal positif yang bisa kita lakukan
tanpa membuang waktu dengan aktivitas maksiat yang tidak ada gunanya.
Tenanglah, karena akan
ada masanya kita mengalami arti cinta sesungguhnya, yaitu cinta yang halal
dengan ikatan pernikahan, dan bersama membina cinta untuk lebih dekat
kepada-Nya.
“Karena lelaki sejati
tidak akan mengajak wanitanya pacaran, lelaki sejati menjaga kehormatan
wanitanya, melindunginya dengan menundukan pandangan atau mengambilnya dalam
pernikahan, lelaki sejati bukan yang banyak janji tapi berani datangkan wali”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar