Selasa, 13 Januari 2015

PACARAN DALAM ISLAM

PACARAN ?

 Apa kalian tau arti kata tersebut ? Mungkin semua orang pernah mendengar kata tersebut atau justru sedang mengalami  hal itu(“PACARAN”), khususnya bagi seseorang yang sedang merasakan.. ya bisa dibilang cinta.

Kebanyakan muslim, khususnya remaja beranggapan bahwa pacaran adalah tanda kedewasaan atau hal yang wajib dirasakan. Dengan alasan proses untuk mengenal lebih dekat pasangannya masing-masing. Tapi sadarkah kalian proses tersebut akan  berpengaruh negatif bagi diri kita sendiri nantinya ?

Mungkin diawal pacaran kita akan merasa berbunga-bunga, bahkan merasa dunia hanya milik berdua, saling bergandengan tangan (seakan tidak ada yang melihat mereka), melakukan rutinitas dewasa lainnya seperti apel malam Minggu, jalan, makan dikafe atau restoran, dan beradegan dewasa lainnya. Tapi setelah itu akan ada proses dimana masalah muncul, akan ada pertengkaran dimana ketika dua orang yang berbeda sifat bersatu. Setelah itu putus ! Dan banyak orang yang ketika putus mengalami hal yang biasa disebut GALAU dan mengalami status JOMBLO. Dimana ketika galau kita melakukan hal bodoh dan hanya membuang-buang waktu dengan percuma (medengarkan lagu galau yang justru membuat hati kita lebih galau lagi, mengingat kenangan indah dimasa lalu,meratapi diri sendiri karena status barunya “JOMBLO”, sibuk memikirkan bagaimana bisa punya PACAR lagi, dsb).

Pernahkah kalian berfikir kalau itu hanya buang-buang waktu ? Dan bukan merupakan tindakan yang bermanfaat ? Justru hanya merusak fikiran,khususnya bagi para pelajar karena dapat mengganggu kewajibannya untuk belajar.

Dan pernahkah kalian bertanya diperbolehkankah dalam ISLAM ? Apa hukumnya jika kita melakukan hal tersebut ?

  1.   PACARAN HUKUMNYA HARAM !


Tidak bisa dipungkiri dalam berpacaran seseorang merasa memiliki hak untuk saling bersentuhan, seperti berpegangan tangan, saling merangkul atau justru melakukan hal lebih dari itu, apalagi sekarang hal itu seperti sah-sah untuk dilakukan.

Dalam pandangan Islam hal itu adalah bagian dari aktivitas zina, karena haram hukumnya jika seseorang bersentuhan dengan yang bukan mahramnya. Karena pada kasus ini banyak pihak wanita yang akhirnya dirugikan.

Islam juga mengharamkan aktivitas interaksi antara lelaki dan wanita yang  tidak berkepentingan syar’i, seperti jalan-jalan bersama, pergi bareng ke masjid atau kajian Islam, bertamasya, nonton bioskop, dan sebagainya. Banyak pengingat dari Rasulullah Saw, dalam perkara berdua-duaan (khalwat) yang menjadi inti pacaran dan semua hubungan yang sekarang merusak remaja dan pemuda islam.

Tentang Khalwat ini Rasulullah menegaskan  :

“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita, karena sesunguhnya setan menjadi yang ketiga di antara mereka berdua.”
(HR Ahmad, Ibn Hibban, Al-Thabrani, dan Alh-Baihaqi)

“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahram wanita tersebut karena setan menjadi ketiga diantara mereka berdua.”
(HR Ahmad)

Tetapi bagaimana jika ada yang berpendapat “pacarannya ga ngapa-ngapain ko atau pacarannya kan ditemani teman”.

Zina bukan hanya bersentuhan dengan yang bukan hahramnya. Tetapi ada zina mata, zina lisan, ataupun zina fikiran. Dan setiap amal perbuatan dan lisan manusia akan Allah hisab, tiada satupun yang luput dari pengawasan-Nya. Mengatakan atau berbuat yang tidak hak atau halal  adalah suatu kesalahan.


2.      Cinta itu FITRAH.

Kita manusia biasa yang memiliki cinta.
Tiada yang salah karena adalah Anugerah.

Cinta adalah pemberian Allah dan karunianya. Allah menanamkan rasa cinta pada jiwa kita sebagai bentuk dari rasa cinta-Nya agar kita berpikir tentang-Nya.

Allah yang menjadikan rasa cinta antara jenis yang berlawanan, sama seperti Allah jadikan rasa cinta manusia terhadap apapun yang diinginkan di dunia *

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
(QS Maryam [19]:96)


Islam adalah agama yang mengajarkan cinta dan kasih.

Jika cinta merupakan karunia Allah, maka tidak benar jika kita berpikiran sempit dengan mengartikan cinta adalah pacaran yang terbatas pada rayuan palsu atau gandengan tangan, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengaruniakan sesuatu yang buruk.

Jadi bagi para remaja muslim, seharusnya kita dapat menempatkan dengan benar cinta yang Allah berikan. Ingatlah, bahwa cinta itu bukan hanya untuk si dia. Masih banyak orang disekeliling kita yang membutuhkan cinta itu, seperti orang tua, kakak-adik, saudara, teman, keluarga, terutama cinta kita terhadap Allah dan Rasu-Nya. Masih banyak prestasi yang bisa kita ukir, hal positif yang bisa kita lakukan tanpa membuang waktu dengan aktivitas maksiat yang tidak ada gunanya.

Tenanglah, karena akan ada masanya kita mengalami arti cinta sesungguhnya, yaitu cinta yang halal dengan ikatan pernikahan, dan bersama membina cinta untuk lebih dekat kepada-Nya.

“Karena lelaki sejati tidak akan mengajak wanitanya pacaran, lelaki sejati menjaga kehormatan wanitanya, melindunginya dengan menundukan pandangan atau mengambilnya dalam pernikahan, lelaki sejati bukan yang banyak janji tapi berani datangkan wali”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar